Bootstrap

Apa Itu Keuangan

Artikel / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
620px cacao moneda

Keuangan adalah aktivitas manusia dalam kita mengalokasikan atau bertukar sumber daya yang terkait dengan waktu. Sebagian besar artikel ini berkaitan dengan pertukaran/transaksi eksternal—yaitu, meminjam, memberi pinjaman, dan berinvestasi—bukan mengalokasikan sumber daya dalam entitas-entitas. Istilah "keuangan" di sini digunakan sebagai cara singkat untuk menyebut transaksi keuangan di antara para pihak. Fungsi-fungsi keuangan dalam rumahtangga dan institusi juga berkaitan dengan pengalokasian sumber daya pada waktu tertentu, dan dengan analogi banyak prinsip yang sama yang berlaku. Tetapi keuangan internal—seperti penganggaran atau perencanaan proyek—memiliki situasi-situasi khusus tersendiri, yang tidak dibahas dalam artikel ini.

Keuangan terjadi ketika orang yang hendak meminjam sejumlah sumber daya dalam jangka waktu tertentu melakukannya dengan membuat perjanjian dengan orang yang memiliki sumber daya lebih banyak dari yang ia butuhkan saat ini. Peminjam bersedia membayar harga (bunga) untuk mendapatkan akses saat ini ke sumber daya itu, dan pemberi pinjaman akan mendapat keuntungan atau menerima pengembalian di waktu mendatang dari melepas akses ke sumber daya saat ini tersebut. Dengan asumsi semuanya berjalan lancar, pemberi pinjaman menguntungkan peminjam dengan menyediakan sumber daya pada saat yang ia butuhkan (saat ini), sementara peminjam menguntungkan pemberi pinjaman dengan meningkatkan sumber dayanya di waktu mendatang. Jika semuanya berjalan baik, peminjam akan menggunakan sumber daya itu sedemikian rupa sehingga baik peminjam maupun pemberi pinjaman akan sama-sama diuntungkan setelah sumber daya yang dipinjam itu dikembalikan kepada pemberi pinjaman.

Secara agak resminya dapat dikatakan bahwa, keuangan adalah aktivitas manusia yang terlibat dalam alokasi dan pertukaran sumber daya dengan memerhatikan waktu. Untuk singkatnya, kita akan memakai istilah "pinjaman" untuk merujuk pada segala bentuk penyediaan sumber daya, termasuk utang, ekuitas (modal saham), derivatif (instrumen turunan), dll. Jadi pemberi pinjaman itu bisa rumah tangga/keluarga yang memiliki simpanan di bank, tetapi bisa juga para investor saham, investor ekuitas swasta, atau karyawan yang membayar iuran dana pensiun. Demikian pula, peminjam itu bisa rumahtangga/keluarga yang memiliki pinjaman dari bank, tetapi bisa juga bisnis-bisnis yang menjual saham, keluarga yang meminjam untuk membeli rumah, atau entitas-entitas pemerintah yang menerbitkan obligasi di pasar bebas. Secara umum kita akan merujuk pada transaksi-transaksi berbasis pasar yang dilakukan secara sukarela dan saling menguntungkan.[1] Kita tidak akan membahas teologi tentang jenis-jenis alokasi sumber daya non-pasar—seperti alokasi sumber daya pemerintah atau non-sukarela—yang lebih tepatnya disebut "subsidi." Dan juga, karena “keuangan” yang kita maksud adalah pertukaran sumber daya pada waktu tertentu dengan harapan akan terjadi pertukaran-balik sumber daya itu di kemudian hari, maka kita tidak akan membahas tentang pasar tenaga kerja, pasar barang dan jasa, dan lain-lainnya, yang lebih tepatnya disebut “perdagangan”.

Contoh yang paling kuno mungkin adalah meminjamkan alat berburu kepada sesama anggota suku dalam jangka waktu tertentu dengan persetujuan alat itu akan dikembalikan lagi beserta sebagian hasil buruan. Contoh yang lebih kemudian mungkin adalah meminjam benih dari tetangga dengan persetujuan sejumlah benih itu akan dikembalikan dengan sedikit tambahan pada akhir musim tanam. Lalu, ketika mata uang mulai dikembangkan, transaksi pinjam meminjam yang lebih rumit dapat ditangani dengan lebih mudah. ​​Nelayan yang berhasil bisa menjual hasil tangkapannya dan memiliki uang lebih setelahnya. Petani dapat meminjam uang itu, membeli benih, menanam padi, menjual sebagian hasil panen, dan membayar kembali modal awal dari nelayan itu ditambah bunga tertentu. Nelayan itu membantu membuat si petani berhasil dan juga sebaliknya. Dengan cara ini, orang saling menguntungkan dengan cara yang melampaui keterampilan atau kemampuan mereka sendiri. Sejarah keuangan adalah sejarah kreativitas manusia dan kerja sama sosial yang dilakukan untuk membuat sumber daya bumi pemberian-Allah lebih produktif.

Dari abad ke abad, beberapa jenis insitusi telah dikembangkan untuk sangat memudahkan pinjam-meminjam sumber daya ini. Bank-bank, bank investasi, reksa dana, badan keuangan mikro, koperasi simpan pinjam, dan berbagai lembaga lainnya telah bermunculan untuk membantu peminjam dan pemberi pinjaman saling bertemu dan bertukar atau bertukar-balik sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan peminjam dan pemberi pinjaman. Sebagai contoh, reksa dana memungkinkan orang untuk menginvestasikan sejumlah kecil uang dalam berbagai saham dan obligasi, yang akan terlalu repot dan rumit jika diinvestasikan secara perorangan. Kontrak atau instrumen-instrumen yang digunakan dalam keuangan meliputi utang dan ekuitas serta berbagai gabungan dan turunannya yang dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan peminjam atau penyimpan tertentu.