Bootstrap

Kita Pengambil Risiko

Artikel / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
Hot air balloon 244794 1280

Allah menciptakan kita untuk dapat mengambil risiko dan memberikan dukungan alkitabiah untuk mengambil risiko (Kejadian 1:28-30; 2:15; Matius 25:14-30; Lukas 19:11-27; Yohanes 12:24). Kita diciptakan menurut gambar Allah yang mengambil risiko, yang telah mengambil “risiko dengan menciptakan dunia yang unik dan manusia berkehendak bebas untuk menguasainya.” [1] Allah menciptakan kita agar kita mengalami risiko, tetapi kita tahu bahwa Allah memelihara.[2] Namun, kita juga diberi banyak pengajaran Alkitab agar bijaksana dalam mengambil risiko.[3] Gregersen mendefinisikan risiko sebagai gabungan dari peristiwa-peristiwa alam, peristiwa-peristiwa dalam masyarakat, dan makna yang dibawanya pada seseorang.[4] Gregersen mengutip Luhmann yang berpendapat bahwa percaya adalah posisi bersedia mengambil risiko, yang menciptakan siklus positif antara kepercayaan dan risiko. Gregersen berpendapat bahwa Alkitab mengajarkan “dunia diciptakan oleh Allah yang baik dengan cara sedemikian rupa sampai mendorong sikap berani mengambil risiko dan menerima ganjarannya dalam jangka panjang.”[5]

Sikap manusia terhadap risiko sangat penting dalam keuangan. Orang biasanya bersedia mengambil risiko tertentu tetapi tidak terlalu banyak, dan banyaknya bervariasi tergantung individu dan situasi. Kemampuan mengambil risiko serta keengganan mengambil risiko yang tidak perlu ini adalah bagian dari rancangan penciptaan Allah. Allah dengan hikmat-Nya telah menciptakan kita dengan kemampuan bawaan untuk menyeimbangkan risiko dengan ganjaran, dan kita melihat hal ini tercermin pada harga-harga keuangan. Dengan kesadaran ini kita dapat mengakui bahwa risiko yang dipahami dan dikelola sesuai dengan rancangan penciptaan Allah.