Bootstrap

Instrumen

Artikel / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
Business 163870 620

Instrumen keuangan adalah janji di antara dua pihak atau lebih dengan kebutuhan sumber daya yang berbeda yang dirancang untuk memungkinkan kedua pihak menjadi pengambil risiko yang bijaksana ketika masa depan tidak diketahui. Seperti sudah disampaikan di atas, Allah menciptakan manusia untuk menjadi orang yang menepati janji. Unsur penciptaan ini bersama fakta bahwa Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial, heterogen, terikat waktu, dan menjadi pengambil risiko yang bijaksana di dunia yang tidak pasti ini menghasilkan instrumen-instrumen keuangan. Instrumen keuangan adalah produk-produk yang "dihasilkan" perantara-perantara untuk memenuhi kebutuhan penyimpan dan peminjam dan memungkinkan manusia menaati mandat penciptaan Allah serta menunjukkan keadilan dan kasih dengan cara-cara yang signifikan.

Instrumen keuangan memungkinkan penatalayanan yang baik karena bisa dirancang sesuai dengan risiko, hasil, dan profil waktu peluang penatalayanan tertentu. Jadi, jika perusahaan peminjam memiliki proyek tertentu yang hasilnya sangat bergantung pada masa depan yang tidak pasti (dengan kata lain, berisiko), maka sebuah instrumen keuangan dapat diciptakan untuk mengantisipasi risiko ini dan membantu penyimpan dan peminjam saling menyepakati bagaimana persisnya berbagi sumber daya yang dibutuhkan, yang sangat mungkin dengan instrumen jenis-ekuitas.

Instrumen keuangan juga memungkinkan terciptanya masyarakat yang lebih adil. Instrumen dapat disesuaikan dengan kebutuhan anggota masyarakat yang paling membutuhkan. Pinjaman usaha kecil adalah instrumen yang telah memberi banyak sekali peluang kepada para wirausahawan untuk melayani masyarakat. Pinjaman mahasiswa adalah instrumen yang telah menyediakan peluang besar bagi kaum muda yang keluarganya tidak dapat menabung cukup dana untuk pendidikan. Instrumen-instrumen yang dirancang khusus untuk digunakan dalam kredit-mikro juga memungkinkan keadilan. Pinjaman khusus perumahan dengan uang muka yang lebih kecil dan asuransi pemerintah telah memungkinkan banyak keluarga berpenghasilan rendah untuk memperoleh manfaat dari kepemilikan rumah. Instrumen keuangan memungkinkan anggota masyarakat dengan sumber daya yang cukup/ berlebih untuk menunjukkan keadilan kepada anggota masyarakat yang kurang mampu.[1]

Pinjaman hipotek merupakan contoh kasih yang dimungkinkan oleh instrumen keuangan. Penyimpan membantu peminjam mendapatkan tempat fisik yang membuat ia dan keluarganya dapat berkembang. Sebaliknya, peminjam membantu penyimpan mempersiapkan tahap kehidupan selanjutnya ketika ia sudah tua dan tidak lagi cukup produktif untuk mencukupi diri sendiri. Melalui rancangan penciptaan ini, Allah berharap kita dapat mengembangkan instrumen-instrumen keuangan yang memungkinkan manusia saling mengasihi dengan cara yang bermakna dan bermanfaat. Memang, pihak peminjam dan penyimpan tidak saling mengenal secara spesifik, tetapi mereka mengetahui keberadaan satu sama lain sehingga dapat saling mengasihi dengan cara ini.