Bootstrap

Mata Uang

Artikel / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
Banknote 15985 620

Allah memampukan manusia untuk merepresentasikan nilai material melalui media yang tahan lama, dapat disimpan, dan dapat dipindahkan. Dalam rancangan penciptaan-Nya yang mula-mula, Allah sudah menciptakan beberapa unsur fisik seperti emas, tampak menarik, kecil, dan relatif langka. Dia juga menciptakan dalam diri manusia kemampuan untuk mengenali dan memberikan nilai pada benda-benda itu. Kemudian, Allah mengizinkan manusia membentuk pemerintah-pemerintah yang akan menggunakan sumber daya yang tidak langka, seperti kertas, untuk merepresentasikan sumber daya yang langka, seperti emas, yang pada waktunya dapat ditukar dengan berbagai macam sumber daya.[1] Di zaman modern kita memiliki uang yang sangat mudah dipindahkan (dan hampir tanpa biaya jika dipindahkan secara elektronik) dan yang memberi akses kepada sumber daya riil seperti makanan, perumahan, pendidikan, dan barang-barang modal produksi. Dapat mengalokasikan sumber daya dengan mudah melalui mata uang merupakan bagian yang penting dari memenuhi mandat penatalayanan atas ciptaan.

Alkitab berisi banyak pengajaran tentang uang. Beberapa pengajaran yang terkenal adalah bahwa “cinta uang adalah akar dari segala kejahatan” (1 Timotius 6:10) dan “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (Matius 6:24). Pengajaran-pengajaran ini bukan tentang uang sebagai alat tukar, tetapi lebih tentang sikap manusia terhadap uang dan kekuatan yang ditunjukkannya pada kita. Tetapi, uang sebagai alat tukar bukanlah akar kejahatan. Uang sebagai alat tukar adalah berkat yang dimungkinkan oleh Allah.[2]