Bootstrap

Perantara

Artikel / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
Building 244265 620

Perantara adalah institusi-institusi yang "memproses ulang" sumber daya dari pemberi pinjaman dalam bentuk yang bermanfaat bagi peminjam. Contoh yang sederhana adalah ketika bank menjadi perantara di antara beberapa penyimpan dan satu peminjam utang bisnis. Institusi perantara mencakup semua jenis bank, tetapi ada juga beberapa jenis perantara lain yang penting seperti dana pensiun, perusahaan asuransi jiwa, reksa dana, dana ekuitas swasta, dana lindung nilai, dan entitas-entitas sekuritisasi. Bahkan transaksi keuangan yang "menghilangkan perantara"—seperti ketika perusahaan meminjam uang dengan menerbitkan obligasi bagi pemberi pinjaman, bukan meminjam dari bank—biasanya juga melalui semacam perantara tertentu, seperti bank investasi. Setiap entitas keuangan yang mengumpulkan uang penyimpan dan menginvestasikannya dalam bentuk obligasi bagi peminjam menjalankan fungsi sebagai perantara keuangan. Perantara-perantara ini berfungsi karena Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan heterogen, untuk bertindak sebagai perwakilan, membuat janji-janji, dan menjadi pengambil risiko yang bijaksana.

Perantara memungkinkan manusia memenuhi mandat penatalayanan Allah dengan dua cara utama. Pertama, perantara membangun jaringan para peminjam dan pemberi pinjaman, dan menginvestasikan sumber daya mereka untuk mengidentifikasi dan membangun kepercayaan di antara para pihak. Anda mungkin tidak akan pernah meminjamkan uang kepada orang asing untuk membeli rumah, tetapi Anda bisa menyimpan uang di bank yang meminjamkannya kepada orang asing. Anda memercayai bank karena Anda tahu bank itu memiliki proses untuk memastikan pinjaman itu aman karena diberikan kepada peminjam yang tepat. Kedua, perantara membuat sumber daya dapat ditingkatkan dengan menggabungkan sumber daya banyak penyimpan. Anda tidak dapat meminjamkan cukup uang untuk seseorang membeli rumah, tetapi bank dengan ribuan atau jutaan deposan dapat menggabungkan uang mereka untuk memungkinkan pemberian pinjaman yang besar.

Salah satu cara perantara menunjukkan keadilan adalah dengan memungkinkan keluarga non-elit dan usaha kecil memperoleh akses ke sumber daya. Tanpa perantara, akses sebuah rumahtangga/keluarga ke sumber daya hanya akan terbatas pada relasi-relasi sosial keluarga itu saja. Keluarga-keluarga miskin kemungkinan akan tetap miskin. Dengan adanya perantara, keluarga miskin dapat meminjam sumber daya untuk membeli rumah, mobil, membiayai pendidikan tinggi, atau memulai usaha kecil. Begitu pula dengan usaha-usaha kecil yang tidak punya ukuran atau reputasi untuk menerbitkan obligasi langsung kepada investor. Semua ini memungkinkan terciptanya masyarakat yang lebih adil.

Perantara memungkinkan peminjam dan penyimpan untuk saling peduli kepada satu sama lain, yang seperti telah kita ketahui merupakan tindakan kasih. Perantara memungkinkan peminjam memperoleh dana yang dibutuhkan dengan lebih mudah dan murah daripada jika hanya bergantung pada keluarga dan teman. Perantara juga memungkinkan penyimpan menabung untuk masa depan dengan risiko lebih rendah dan hasil lebih tinggi dibandingkan dengan menyembunyikan uang itu di bawah kasur atau hanya meminjamkannya kepada kenalan. Meskipun penyimpan dan peminjam tidak pernah bertemu, mereka saling peduli dengan berbagi sumber daya melalui cara ini.

Dapatkah Kita Benar-benar Mengasihi Seseorang melalui Perantara?

Kembali ke Daftar Isi Kembali ke Daftar Isi
Iman & Rekan: Mengandalkan Harapan

Bagaimana Injil mengubah pandangan bank terhadap orang-orang dan bagaimana cara mereka seharusnya diperlakukan, terutama orang-orang sederhana? Terinspirasi oleh iman yang memandang harga setiap orang secara tak ternilai, Bank Guardian memakai pandangan berbeda, yang lebih manusiawi dan penuh harapan, yang juga memberi harapan kepada rumahtangga/keluarga-keluarga biasa maupun nasabah-nasabah komersial.

Jika keuangan adalah sarana kepedulian dan kasih, melakukan keuangan dengan perantara menimbulkan satu pertanyaan. Dapatkah kita mengasihi orang yang bahkan tidak kita kenal?

Tentu saja kita dapat menunjukkan kasih kepada orang yang tidak kita kenal. Banyak dari kita yang mengenal lembaga-lembaga dalam masyarakat yang memungkinkan orang menunjukkan kasih kepada satu sama lain melintasi jarak dan waktu. Sebagai contoh, karyawan dan donatur LSM-LSM seperti Oxfam, World Vision, dan Palang Merah, melakukan tindakan kasih kepada orang-orang yang membutuhkan di seluruh dunia, meskipun mereka benar-benar tidak mengenal orang-orang yang mereka kasihi itu. Bahkan sesungguhnya pekerjaan yang mengembangkan organisasi-organisasi itu pun merupakan tindakan kasih kepada sesama manusia.[1] Demikian juga, meskipun kita biasanya tidak memikirkan hal ini, para penyimpan yang menabung uang di bank yang memungkinkan peminjam menggunakan sumber daya itu untuk jangka waktu tertentu, bisa melakukan tindakan kasih kepada peminjam itu meskipun identitas orang yang sebenarnya tidak diketahui oleh penyimpan.

Namun hal ini dapat menunjukkan adanya kemungkinan ketegangan antara penatalayanan dan kasih. Perantara-perantara yang lebih besar tampaknya dapat melakukan penatalayanan yang lebih baik karena mereka memiliki peluang untuk meminjam dan meminjamkan di berbagai pasar di seluruh dunia. Tetapi perantara-perantara lokal yang lebih kecil dengan relasi-relasi yang lebih sempit mungkin dapat menunjukkan kasih dengan lebih baik karena mereka bisa mengenal nasabah lebih dekat. Bank nasional besar bisa melakukan penatalayanan yang lebih optimal, dan bank lokal kecil bisa menunjukkan kasih yang lebih intim. Teologi kita akan mendorong bank-bank dan nasabah-nasabah untuk memikirkan potensi pertukaran ini ketika membuat keputusan tentang skala bank mereka. Jika sebuah bank memilih untuk menjadi besar, hal itu harus dilakukan dengan tujuan yang jelas untuk melakukan penatalayanan terbaik secara geografis maupun skalanya. Jika sebuah bank memilih untuk tetap kecil, hal itu harus dilakukan dengan misi yang jelas untuk menjadi sangat baik dalam kasih.[2] Para deposan juga harus memikirkan pertukaran yang sama ketika memutuskan di mana mereka akan melakukan aktivitas perbankan mereka.