Bootstrap

Gereja Yang Memperlengkapi Memiliki Visi tentang Allah Yang Bekerja di Tempat Jemaatnya Bekerja

Artikel / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
Russia 95311 620
Inilah Gereja Kita pada Hari Senin

Foto-foto digital tentang orang-orang dalam berbagai suasana kerja ditayangkan selama waktu perenungan dan doa, sementara lagu tentang makna kerja diputar melalui perangkat tata suara. Beberapa orang tertawa ketika mereka melihat para anggota gereja mengenakan pakaian yang berbeda dari yang pernah mereka lihat sebelumnya. Beberapa mengenakan jas dan dasi. Yang lain mengenakan “baju monyet” (pakaian kerja terusan), atau baju putih dan sarung tangan karet.

Doa untuk Para Pekerja

Seorang guru berkata kepada Mark Greene, "Saya meluangkan waktu 45 menit seminggu untuk mengajar Sekolah Minggu dan mereka memanggil saya maju ke depan altar untuk mendoakan saya. Hari-hari lainnya dalam minggu itu saya menjadi guru sepenuh-waktu dan gereja tidak pernah berdoa untuk saya." Berbeda dengan itu, gereja lain berdoa untuk berbagai macam kelompok pekerja setiap bulan. Mereka telah memeriksa daftar seluruh jemaat mereka dengan tujuan dapat memasukkan setiap orang ke dalam doa khusus untuk pekerjaan sehari-hari mereka minimal setahun sekali.

Gereja yang memperlengkapi melihat pekerjaan sehari-hari jemaatnya sebagai bagian dari pelayanan gereja. Gereja-gereja ini sudah mulai bertanya, "Di mana jemaat kita selama seminggu?" Mereka mulai mengembangkan cara-cara untuk mengidentifikasi di mana jemaatnya berada dan apa yang mereka lakukan selama seminggu. Identifikasi ini bisa berupa penanda-penanda pada peta, papan berisi foto-foto, presentasi PowerPoint tentang orang-orang yang bekerja, atau buklet yang berisi daftar pekerjaan dan minat jemaat. Gereja-gereja ini membuat jemaatnya merasa bahwa mereka telah ditempatkan Allah secara strategis di dunia kerja mereka untuk membuat perbedaan di sana.

Tidak ada model tunggal atau rumus sederhana. Setiap gereja bisa memulai perjalanannya sendiri dalam menyediakan sumber daya bagi orang Kristen untuk melayani Allah dalam pekerjaan mereka sehari-hari. Setiap gereja harus memulai dengan orang-orang yang telah diberikan Allah padanya dengan tempat-tempat dan jenis-jenis pekerjaan yang telah menyibukkan hidup mereka. Ini bukan tentang menambah ekspektasi atau kewajiban ekstra pada orang-orang yang sudah kesulitan meluangkan waktu untuk terlibat di gereja. Gereja-gereja ini meneguhkan bahwa mengajar anak-anak sekolah untuk belajar menulis adalah perbuatan saleh, bahwa merapikan tempat tidur dengan sepenuh hati membawa kemuliaan bagi Kristus, dan bahwa mengelola anggaran perusahaan merupakan penatalayanan yang baik atas ciptaan Allah. Gereja-gereja yang memperlengkapi memberi semangat dan bantuan kepada jemaatnya untuk meningkatkan rasa memiliki tujuan baru dalam kehidupan kerja mereka sehari-hari yang sudah ada. Gereja-gereja ini menolong jemaatnya untuk menjaga keutuhan hidup mereka yang penuh tekanan dengan lebih mengintegrasikan iman, pekerjaan, keluarga, dan seluruh aspek kehidupan.

Para anggota Proyek Imagine di Inggris telah menemukan bahwa kebanyakan orang Kristen hanya dapat memberikan waktu tidak lebih dari 10 jam per minggu untuk kegiatan gereja (termasuk untuk ibadah, kelompok kecil dan pelayanan lainnya), kecuali mereka dipekerjakan oleh gereja atau memiliki banyak waktu yang diberikan secara sukarela. Mereka sudah mulai bertanya, “Bagaimana waktu 10 jam ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya untuk memperlengkapi satu sama lain agar dapat hidup dengan baik bagi Kristus, sementara 110 jam lainnya diinvestasikan untuk bekerja, keluarga, dan relaksasi?” dan “Apa yang akan berubah jika kita benar-benar serius dalam memperlengkapi?” Secara khusus mereka bertanya:

  • Apa yang kita doakan ketika kita bersama-sama?

  • Bagaimana kotbah bisa benar-benar menolong kita untuk hidup dengan baik bagi Kristus, di mana pun kita berada?

  • Isu-isu apa yang paling banyak menghabiskan waktu dalam rapat-rapat kepemimpinan?

  • Lagu-lagu apa yang akan dipilih para pemimpin penyembahan?

  • Apa yang akan kita bicarakan dalam kelompok-kelompok kecil?

  • Cerita-cerita apa yang ingin kita dengar ketika kita bersekutu bersama?

  • Kriteria apa yang akan menentukan bahwa kita telah mengalami waktu bersama yang menyenangkan? [1]