Bootstrap

Bagaimana Pekerjaan Manusia Berhubungan dengan Pekerjaan Allah?

Artikel / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
Ben sweet 2 Lowvi VHZ E unsplash
Latihan Pemuridan Mandat Penciptaan

Memahami mandat penciptaan sebagai konsep teologi adalah satu hal, tetapi memahaminya sebagai realitas praktis adalah hal lain. Cobalah ajukan pertanyaan-pertanyaan dan latihan-latihan berikut ini untuk membantu orang-orang yang Anda muridkan menghayati secara pribadi yang diajarkan Kejadian 1 tentang kerja:

  • Apakah Anda menganggap kerja sebagai berkat atau kutuk? Cobalah menjalani satu minggu tanpa mengeluh tentang pekerjaan Anda.

  • Tuliskanlah semua cara Allah memberkati Anda dalam pekerjaan Anda.

  • Jika Anda membawahi orang lain, apa yang Anda lakukan untuk membuat kerja menjadi berkat bagi bawahan Anda?

  • Bagaimana pekerjaan Anda terhubung dengan orang lain dalam jaringan penyediaan? Daftarkanlah semua industri yang terhubung dengan pekerjaan Anda.

  • Bayangkan melakukan pekerjaan Anda di surga. Seperti apakah rasanya?

  • Dalam hal apa interaksi Anda dengan rekan-rekan kerja mencerminkan karakter Kristus? Apa yang Roh Kudus mau Anda tingkatkan? Bagaimana perubahan itu akan memengaruhi relasi-relasi di tempat kerja Anda?

  • Sebutkan nama sepuluh orang yang bekerja bersama Anda. Untuk setiap nama, pikirkanlah, “________ adalah penyandang gambar Allah dan rekan kerja saya dalam pekerjaan yang merupakan panggilan Allah bagi kami. Kiranya Allah memberkati _________ dalam pekerjaannya.”

  • Pikirkanlah semua cara Anda menjumpai ciptaan Allah yang bukan manusia saat Anda bekerja. Ide apa yang Anda miliki untuk mengembangkan interaksi Anda dengan alam saat Anda bekerja?

  • Apa kesenjangan antara maksud Allah tentang kerja dengan yang Anda alami atau amati? Apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat pekerjaan Anda makin mendekati rancangan Allah?

  • Bagaimana Anda menjawab pertanyaan: “Mengapa Anda bekerja?”

  • Mengapa kita bekerja selalu berkaitan erat dengan siapa kita sebagai penyandang-gambar yang sudah ditebus dan berharga, yang diutus ke dunia untuk bekerja dengan tujuan Kerajaan.” Apa artinya pernyataan ini bagi Anda dalam konteks pekerjaan Anda saat ini?

Diambil dari Equipping Christians for Kingdom Purpose in Their Work oleh Tom Lutz dan Heidi Unruh. Diterbitkan oleh Penerbit Hendrickson. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Saat ditanya, “Apakah pekerjaan kita penting bagi Allah?” banyak gereja menjawab ya. Tetapi mereka memberi jawaban yang berbeda ketika menjelaskan “Bagaimana pekerjaan kita penting bagi Allah?” Bagi sebagian gereja, bekerja hanya tentang mencari uang untuk menopang diri sendiri dan pekerjaan gereja. Gereja-gereja lainnya memprioritaskan pentingnya penginjilan di tempat kerja. Kedua pendekatan ini sama-sama tidak melihat bekerja sebagai latihan rohani dan memiliki nilai intrinsik. Bagi orang-orang ini, bekerja hanya memiliki nilai instrumental, bekerja hanya dianggap penting jika bisa menghasilkan uang dan menjadi peluang untuk penginjilan. Orang-orang lain memperluasnya dengan memasukkan bekerja sebagai konteks untuk melayani orang lain. Contohnya, orang-orang Kristen yang terlibat dalam yang kadang disebut sebagai 'profesi menolong' (dokter, perawat, pekerja sosial, konselor dan guru) merasa pekerjaan mereka penting bagi Allah dengan cara yang tidak dialami orang-orang yang terlibat dalam kebanyakan profesi lain. Banyak gereja tampaknya meneguhkan pentingnya pekerjaan yang melayani orang secara lebih langsung, dan kata-kata seperti 'ministry' dan 'pelayanan' sering diterapkan untuk pekerjaan ini. Orang-orang ​​Kristen yang berkecimpung di industri-industri lain juga mencari peluang-peluang untuk menolong orang di tempat kerjanya, tetapi tidak banyak gereja yang meneguhkan nilai intrinsik dari pekerjaan yang di luar profesi-profesi menolong. Barangkali istilah ‘profesi menolong’ inilah yang menjadi bagian dari masalahnya, karena istilah itu memberi kesan bahwa profesi-profesi lain seperti bisnis, hukum, teknik, keuangan, dan lain-lainnya tidak menolong siapa pun. Padahal, semua pekerjaan yang baik adalah profesi menolong. Pemahaman yang alkitabiah menegaskan bahwa semua pekerjaan penting bagi Allah dan merupakan kesempatan untuk manusia berpartisipasi dalam karya penciptaan Allah yang masih terus berlangsung, sebagaimana disebutkan di Kejadian 1:26-28.

Pemahaman yang lebih lengkap tentang pentingnya kerja dapat digambarkan sebagai bangku berkaki tiga. Setiap kaki merepresentasikan salah satu dari tiga panggilan besar yang kita baca di Alkitab: Amanat Agung (Matius 28:19-20), Hukum Yang Terutama (Matius 22:37-38) dan panggilan penciptaan—atau yang sering disebut sebagai “Mandat Budaya” (Kejadian 1:26-28). Amanat Agung menekankan pentingnya orang Kristen terlibat dalam membagikan iman dan menjadikan murid. Hukum Yang Terutama menekankan pentingnya pelayanan orang Kristen, yang menunjukkan kasih dalam tindakan. Mandat Budaya menekankan bahwa pekerjaan kita sendiri dapat menjadi tindakan penyembahan dan partisipasi dalam pekerjaan Allah. Sesungguhnya inilah yang pertama-tama dari segala perintah, “Beranakcuculah dan bertambah banyaklah, penuhilah dan taklukkanlah bumi” (Kejadian 1:28), dan perintah-perintah lainnya melengkapi, tetapi tidak menggantikannya. Jadi, sebagaimana bangku itu memerlukan ketiga kakinya untuk berdiri, teologi kerja yang terpadu juga perlu meneguhkan pentingnya kesaksian, pelayanan, dan nilai intrinsik, meskipun orang-orang tertentu dengan karunia-karunia atau situasi-situasi mereka yang berbeda-beda lebih menekankan yang satu daripada yang lainnya.

Lihat Dasar-dasar Teologis dan Panggilan dalam Perspektif Historis-Teologis di www.theologyofwork.org untuk informasi lebih lanjut tentang teologi kerja yang alkitabiah.