Bootstrap

Apakah Alkitab Melarang Mengenakan Bunga?

Artikel / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
620 les compteurs dargent nancy 3018

Pertanyaan lainnya adalah apakah harga dalam keuangan—khususnya bunga—dilarang oleh Alkitab. Selama berabad-abad orang Kristen telah memperdebatkan penerapan ayat-ayat Alkitab yang tampaknya melarang mengenakan bunga atau mengambil agunan [1] seperti yang tampak pada ayat berikut ini:

Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apa pun yang dapat dibungakan. Dari orang asing engkau boleh memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga supaya Tuhan, Allahmu, memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya. (Ulangan 23:19-20)

Untuk mempelajari ayat ini dan ayat-ayat lainnya yang relevan, lihat Menggunakan Aset untuk Kepentingan Umum (Ulangan 23:1-24:13), "Pinjaman dan Agunan (Keluaran 22:25-27)", "Tahun Sabat dan Tahun Yobel (Imamat 25)”, “Orang Benar Tidak Mengambil Laba atau Bunga Yang Terus Bertambah (Yehezkiel 18.8a)", “Orang Benar Tidak Menindas, Tetapi Mengembalikan Agunan Orang yang Berutang padanya (Yehezkiel 18:5,7)".

Pada umumnya orang Kristen menyimpulkan bahwa bunga pada dasarnya tidak dilarang di masyarakat modern, tetapi praktik pemberian pinjaman—yang mencakup suku bunga dan agunan—tidak boleh mengambil keuntungan dari orang yang lemah atau membuat orang menjadi miskin. Inilah yang sebenarnya sedang kami advokasi di sini—bahwa keuangan dimaksudkan sebagai sarana penatalayanan, kepedulian, dan menghormati.