Bootstrap

Para Profesional Keuangan

Artikel / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
Business 15498 620

Bekerja di Bank

Kembali ke Daftar Isi Kembali ke Daftar Isi

Para pekerja di bank berada di garis depan pelayanan keuangan. Langkah awal mereka untuk bertindak sebagai sarana penebusan adalah memahami bahwa peran tertentu mereka di sebuah perantara keuangan berkaitan dengan keadilan dan kasih bagi para penyimpan atau peminjam, dan kemudian memfokuskan usaha-usaha mereka untuk menjadi sangat baik dalam hal keadilan dan kasih itu.

Sebagai contoh, seorang anggota departemen penyelesaian utang bank dapat mengadvokasi untuk memerhatikan situasi-situasi peminjam. Kegaduhan terkait "robo-signer" (pejabat yang asal menandatangani dokumen tanpa memeriksa kebenarannya) dalam krisis hipotek di AS menunjukkan bahwa terlalu banyak peminjam yang merasa aspek relasional keuangan telah hilang dan kebutuhan mereka tidak diperhitungkan. Ini tidak berarti bahwa pekerja bank harus selalu menentang segala bentuk penyitaan. Namun, ini menunjukkan perlunya advokasi untuk memberi perhatian secara pribadi kepada peminjam yang kesusahan.

Seorang profesional sumber daya manusia di bank dapat memberi perhatian khusus pada keterbebanan pelamar kerja dalam keadilan dan kasih sebagai salah satu faktor perekrutan. Jika, seiring berjalannya waktu, pekerja keuangan tidak dapat menemukan bagaimana pekerjaannya dapat mewujudkan kasih dan keadilan bagi para penyimpan dan peminjam, atau tidak dapat membuat organisasinya bergerak ke sana, mungkin ia tidak cocok untuk organisasi itu.

Para profesional keuangan perlu memperhatikan tindakan mereka sendiri tentang dua dasar keuangan yang alkitabiah. Pertama, para profesional keuangan biasanya bertindak sebagai perwakilan atau penatalayan bagi nasabah mereka. Ini membuat mereka wajib mengutamakan kebaikan nasabah di atas kepentingan pribadi. Kedua, para profesional keuangan sering bernegosiasi dan mengadakan kontrak-kontrak atau perjanjian. Ini membuat mereka wajib menilai dengan cermat kemampuan dan kemauan organisasi mereka untuk menepati janji yang disepakati. Penatalayanan dan menepati janji benar-benar merupakan dasar yang kudus dalam keuangan dan para profesional keuangan harus melakukannya dengan bertanggung jawab di hadapan Allah.

Membuat Keputusan Memberi Pinjaman

Kembali ke Daftar Isi Kembali ke Daftar Isi

Bagaimana teologi keuangan memberitahu kita tentang apakah akan memberi pinjaman kepada nasabah tertentu dan dengan suku bunga berapa? Beberapa dasar keuangan yang alkitabiah terlihat jelas di sini. Pertama, para bankir tidak mahatahu, jadi mereka perlu bekerja dengan cermat untuk memahami situasi dan kebutuhan calon peminjam. Mereka memiliki peran penting dalam membantu peminjam mengevaluasi apakah pinjaman itu benar-benar akan bermanfaat baginya, dan bagaimana cara menggunakannya secara produktif.

Kedua, tidak ada pihak yang tahu tentang masa depan, jadi kedua pihak harus berhati-hati dan konservatif dalam memikirkan skenario-skenario masa depan. Keduanya dianjurkan untuk membicarakan apa saja yang bisa menjadi masalah selama masa peminjaman dan bagaimana mengatasi kesulitan-kesulitan yang mungkin terjadi itu.

Ketiga, para bankir dapat membimbing pemberi pinjaman untuk memberi pinjaman yang paling menunjukkan keadilan dan kasih kepada peminjam. Pinjaman yang dapat dilunasi peminjam tanpa kesulitan adalah pinjaman yang adil dan penuh kasih. Pinjaman yang tidak menggoda peminjam dengan suku bunga rendah yang kemudian meningkat merupakan pinjaman yang adil dan penuh kasih. Sebaliknya pinjaman—dalam banyak kasus kartu kredit—yang cenderung menimbulkan utang yang lebih besar di masa mendatang bukanlah cara yang baik untuk menunjukkan keadilan dan kasih.

Suku bunga bervariasi sesuai tingkat risiko pinjaman, yang diperlukan agar peminjam juga ikut ambil bagian dalam imbal hasil pinjaman yang telah disesuaikan dengan risiko. Tetapi, suku bunga yang terlalu tinggi sampai menghambat peminjam untuk berkembang bertentangan dengan tujuan keuangan yang alkitabiah. Prinsip-prinsip Alkitab menyarankan beberapa langkah tindakan ketika suku bunga pasar untuk kredit peminjam terlalu tinggi untuk ditanggung. Pertama, berikan pinjaman dengan suku bunga subsidi. Kedua, bantu peminjam menemukan cara untuk menggunakan pinjaman secara menguntungkan sekalipun suku bunganya tinggi. Ketiga, bantu orang tersebut untuk menemukan sumber daya melalui pemerintah atau badan amal daripada meminjam. Keempat, bantu orang tersebut untuk menemukan cara untuk hidup tanpa pinjaman. Boleh jadi, solusi paling alkitabiah untuk pinjaman bagi orang miskin adalah pinjaman dengan suku bunga nol yang diberikan oleh organisasi nirlaba yang disertai konseling tentang keuangan dan mata pencaharian.[1] Beberapa solusi ini tidak tercakup dalam keuangan yang kita definisikan, tetapi orang-orang yang bekerja di institusi keuangan kemungkinan merupakan satu-satunya kontak yang dimiliki orang miskin untuk membantu mereka menavigasi labirin keuangan. Hal ini dapat menjadi kesempatan menunjukkan keadilan dan kasih yang melampaui persyaratan—dan jam kerja yang dibayar—dari pekerjaan keuangan. Memberi pinjaman kepada orang miskin merupakan hal yang sangat menantang, yang hampir pasti menjadi alasan mengapa Alkitab mengajarkan tentang topik ini secara khusus.[2]

Bekerja di Hedge Fund (Dana Lindung Nilai)

Kembali ke Daftar Isi Kembali ke Daftar Isi

Dana lindung nilai adalah dana-bersama yang berinvestasi dalam instrumen keuangan khusus yang biasanya tidak tersedia bagi penyimpan perorangan. Dana lindung nilai seringkali diatur secara longgar, memiliki daya ungkit tinggi, dan dapat berinvestasi di lebih banyak instrumen keuangan dengan biaya administrasi yang lebih mahal daripada reksa dana biasa. Dana lindung nilai menjadi pemberitaan belakangan ini karena beberapa manajernya memperoleh bayaran pengelolaan yang sangat besar, beberapa manajer lainnya dituduh melakukan perdagangan “orang dalam”, dan ketika harga saham menurun tajam, dana lindung nilai cenderung disalahkan.

Dana lindung nilai dapat dipahami dengan bantuan kerangka keuangan kita. Dana lindung nilai dapat mengasihi penyimpan dengan memberi kesempatan menyimpan dengan pengembalian yang lebih besar di dalam risiko dan korelasi yang lebih rendah dalam siklus ekonomi. Banyak dana lindung nilai berinvestasi dalam derivatif (instrumen keuangan turunan, yang nilainya tergantung pada aset lain yang menjadi acuannya), dan dengan demikian memberi peluang mengurangi risiko di berbagai pihak para peminjam derivatif, selain para investor. Dengan cara ini, dana lindung nilai dapat menunjukkan kasih kepada perusahaan-perusahaan yang ingin mengurangi risiko. Dana lindung nilai dapat dianggap sebagai pedagang grosir di pasar sekuritas yang bergerak dalam bisnis membeli produk yang kelebihan pasokan dan menjual produk yang kekurangan pasokan, dan dengan demikian berusaha mendapatkan keuntungan dan juga membantu memperbaiki mekanisme pasar. Dengan cara ini, mereka melayani masyarakat dengan membuat harga sekuritas lebih akurat dalam mencerminkan nilai intrinsik.

Kerumitan investasi dana lindung nilai tertentu dapat menyulitkan dalam menjelaskan dengan tepat bagaimana mereka menunjukkan keadilan dan kasih. Jika semua posisinya adalah pertukaran nilai pasar secara sukarela, maka dapat diasumsikan masing-masing pihak berharap mendapat keuntungan. Namun, kerumitan itu juga bisa menutupi subsidi-subsidi tersembunyi, ketidakseimbangan kekuasaan, informasi yang tidak seimbang, penghindaran pajak, atau pelanggaran dasar-dasar keuangan alkitabiah lainnya. Beberapa dana lindung nilai, karena strategi investasi tertentunya, dapat cukup jelas dalam cara mereka mengasihi penyimpan dan peminjam, sementara beberapa lainnya mengalami kesulitan dalam melakukannya. Para profesional keuangan dan investor sebaiknya menyelidiki dengan saksama apakah dana lindung nilai tertentu—atau investasi apa pun—mendatangkan penatalayanan yang baik, keadilan, dan kasih, ataukah hanya beroperasi untuk menghasilkan uang sebanyak-banyaknya bagi para manajernya dengan mengorbankan pihak-pihak lain.