Bootstrap

Gereja Yang Memperlengkapi Mendorong Semua Orang untuk Mengambil Tanggung Jawab

Artikel / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
Night scene 205401 620 copy
Kelompok Teman Sejawat

Bentuklah kelompok-kelompok kecil dari orang-orang yang memiliki pekerjaan yang sama (misalnya kelompok arsitek, ibu-ibu rumahtangga, guru-guru, atau direktur-direktur keuangan) yang mau berbagi tentang yang terjadi dalam pekerjaannya dan mencari tuntunan dari perspektif Kristen. Tujuannya adalah agar para anggota menyadari bahwa mereka memiliki cukup banyak kesamaan untuk benar-benar dapat saling membantu dalam meningkatkan kemampuan di bidang pekerjaan mereka. Mereka bertemu selama 4-5 jam sebulan sekali, termasuk untuk makan malam. Setiap bulan, dua orang menceritakan situasi dalam pekerjaan mereka, dan anggota lainnya meminta penjelasan dan mengajukan pertanyaan. Setelah itu mereka bertanya, Apakah hal ini mengingatkan sesuatu dari Alkitab? Selain itu, pembacaan Alkitab atau ayat-ayat yang terkait dengan pekerjaan, doa, dan berbagi cerita pribadi dapat dilakukan. Kelompok-kelompok seperti ini sudah dikembangkan oleh C12, Gereja Presbiterian Redeemer (NYC), dan lain-lainnya.

Artikel ini disusun oleh gabungan para pendeta dan orang-orang di dunia kerja dan ibu rumah tangga. Kami sangat menyadari bahwa meskipun kami berusaha menjalani hidup yang lebih utuh yang mengintegrasikan iman dan pekerjaan sehari-hari dengan lebih baik, kami masih bersalah karena menjalani hidup yang tidak terintegrasi yang menonjolkan kesenjangan antara hari Minggu dan hari Senin dalam banyak hal. Kami belum berbuat sebanyak yang kami mampu untuk menjembatani kesenjangan antara para pendeta dan orang-orang Kristen di tempat kerja agar kami dapat mengeksplorasi dan mengekspresikan iman bersama-sama dan bukan terisolasi di dunia tersendiri. Kami belum berbuat cukup untuk menginisiasi dialog yang mengubah energi yang sekarang ini terbuang karena frustrasi di tempat kerja menjadi energi yang mampu mengubah lingkungan-lingkungan kerja. Kami juga belum berbuat cukup untuk mengubah energi yang terkuras oleh frustrasi di dalam gereja menjadi gerakan positif ke arah misi yang lebih efektif. Kita berada pada tim yang sama, tetapi kita hanya akan menjadi efektif ketika kita belajar dari satu sama lain. Kita harus saling mengedukasi dan diedukasi oleh satu sama lain dengan sikap yang rendah hati.

Miliaran orang pergi bekerja setiap hari untuk mencari nafkah. Kebanyakan pengunjung gereja adalah bagian dari tenaga kerja itu, tetapi banyak yang tidak menjalankan panggilannya. Mereka tidak menggunakan secara efektif karunia-karunia dan panggilan yang Allah berikan kepada mereka untuk mengubah lingkungan kerja mereka menjadi tempat Allah dapat bergerak bebas dan mengubah hidup. Tantangan yang dihadapi gereja masa kini adalah memperlengkapi, mendorong, dan memampukan orang Kristen di dunia kerja untuk menghidupi panggilan itu secara efektif. Orang Kristen di dunia kerja ingin mengubah dunia mereka dan terlibat dalam rencana Allah untuk melakukannya. Mereka ingin para pendeta mereka menjadi bagian yang menyatu dengan yang Allah ingin lakukan di tempat kerja mereka. Namun, sebelum orang Kristen di dunia kerja dan para pendeta bergerak proaktif bersama-sama untuk menjembatani kesenjangan saat ini antara gereja pada hari Minggu dan pekerjaan pada hari Senin, kesenjangan ini akan tetap ada. Budaya-budaya yang direpresentasikan dalam Alkitab (dan di berbagai tempat lain di seluruh dunia) memandang manusia secara lebih holistik sebagai gabungan tubuh, jiwa, dan roh dengan seluruh aktivitas kehidupan sebagai hal yang kudus. Pandangan bahwa seseorang bisa berpindah dari aktivitas atau lingkungan yang kudus menjadi tidak kudus tidak dikenal dalam kelompok-kelompok ini. Kita perlu belajar dari Alkitab dan budaya-budaya yang lebih holistik tentang cara menjalani kehidupan yang utuh. Kita perlu mengakui bahwa kita masih perlu banyak belajar tentang kehidupan yang utuh. Kita tidak dapat mengharapkan orang lain melakukan hal ini untuk kita. Kita sendiri yang harus mengambil tanggung jawab. Kita dapat saling mendukung dan berusaha dengan lebih baik untuk mulai mengubah lingkungan di bidang pengaruh kita masing-masing.[1]