Bootstrap

Informasi Yang Tidak Berhak Anda Ketahui

Artikel / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
Information you have no right to know

Sampai di sini kita telah membahas tentang penipuan untuk memperoleh informasi yang berhak Anda ketahui. Hal ini berbeda dengan spionase korporat, yang artinya memakai penipuan atau cara lain untuk mendapatkan informasi yang tidak berhak Anda ketahui. Informasi ini biasanya mengenai produk, strategi, keuangan, orang, atau penelitian dan pengembangan yang menjadi target perusahaan itu. Tindakan ini tidak etis dan ilegal. Karena entitas yang melakukan spionase tidak berhak mengetahui informasi itu, mereka jelas tidak boleh memakai penipuan untuk mendapatkan informasi itu. Sebagai contoh, beberapa perusahaan berusaha mendapatkan informasi tentang keadaan internal perusahaan pesaing dengan menyuruh beberapa karyawan mengaku sebagai mahasiswa pascasarjana yang sedang mengerjakan tesis. Mereka mungkin mengatakan atau menyiratkan bahwa informasi itu akan disamarkan atau disatukan. Ini jelas melanggar hukum, persis seperti cara perusahaan pada umumnya yang memata-matai, menggunakan cara-cara curang untuk memperoleh akses kepada informasi yang tidak berhak dimiliki perusahaan pesaing.

Hal lain yang menarik dari spionase korporat adalah situasi di mana Anda mungkin tanpa menipu mendapatkan informasi yang tidak berhak Anda peroleh. Sebagai contoh, Anda seorang tenaga pemasaran yang menginap di sebuah hotel di kota calon pelanggan potensial Anda. Anda mendapati, tenaga pemasaran pesaing juga menginap di kamar hotel itu pada malam sebelumnya dan meninggalkan salinan penawaran perusahaannya di laci. Anda tinggal membolak-balik surat penawaran itu untuk mengetahui tentang harga, ketentuan, dan produk-produk yang direkomendasikan pesaing. Dari sini Anda bisa mendapatkan keuntungan kompetitif yang lumayan. Namun Anda tidak punya hak atas informasi itu, dan sebenarnya (dalam banyak kasus) surat penawaran itu akan ditandai dengan jelas sebagai hal yang "rahasia". Tetapi, Anda tidak menipu siapa pun untuk mendapatkan informasi itu. Haruskah Anda menganggapnya sebagai keberuntungan, atau sebagai konsekuensi yang wajar dari keteledoran pesaing yang meninggalkan surat penawaran di kamar hotel?

Karena prinsip yang selama ini kita ikuti berkaitan dengan "hak untuk tahu", maka satu-satunya jawaban yang sesuai dengan prinsip itu adalah Anda tidak boleh membaca surat penawaran itu atau membiarkan diri Anda atau perusahaan Anda mengetahui isinya. Banyak perusahaan dengan reputasi baik memiliki kebijakan untuk tidak memakai—atau bahkan mengetahui, jika mungkin—informasi rahasia pesaing. Manajer dan para eksekutif—jika mereka beretika—akan menegakkan kebijakan ini dan mencegah secara ketat penggunaan informasi yang tidak berhak diketahui perusahaan.